Lompat ke konten

Proyek Tol Palembang-Betung Telan Investasi Rp 15 Triliun

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan peninjauan progres pembangunan ruas Tol Palembang-Betung pada Kamis (18/04/2024).(Dok. Kementerian PUPR)

Pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung sepanjang 69,19 kilometer di Sumatera Selatan dilanjutkan.

Hal ini menyusul penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Miftachul Munir bersama Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto di Jakarta pada Senin (30/9/2024).

Proyek ini menelan investasi senilai Rp 15 triliun, atau tepatnya Rp 14,981 triliun dan ditargetkan bisa selesai dibangun pada akhir tahun 2025.

Sebelumnya, PT Hutama Karya (Persero) mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Kementerian Keuangan sebesar Rp 1 triliun untuk tahun 2024.

Budi Harto mengatakan, suntikan anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun Jalan Tol Palembang-Betung.

“Manfaat PMN ini adalah meningkatkan konektivitas di Pulau Sumatera sehingga mampu menurunkan waktu tempuh dan biaya transportasi, meningkatkan potensi penerimaan fiskal, dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sepanjang koridor jalan tol,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Ada pun Tol Palembang-Betung merupakan bagian dari Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung).

Secara rinci, Tol Kapal Betung memiliki panjang 111,6 kilometer dan akan terhubung dengan Tol Betung-Tempino-Jambi.

Ruas Tol Kapal Betung yang saat ini sudah beroperasi yakni Seksi 1 dan 2A dari Kayu Agung hingga Kramasan sepanjang 42,5 kilometer.

Ruas selanjutnya yang sedang dalam tahap penyelesaian konstruksi yakni Kramasan-S. Rengas sepanjang 21,50 kilometer dengan progres mencapai 74,53 persen, S. Rengas-P. Balai sepanjang 33 kilometer dengan progres mencapai 75,64 persen, dan P. Balai-Betung sepanjang 14,69 kilometer dengan progres mencapai 0,05 persen.

Source Artikel: www.kompas.com/properti