Jakarta – Ketika melintasi jalan tol, mungkin Anda pernah mendapati benda berwarna kuning garis hitam di ujung persimpangan petunjuk arah menuju exit toll (gerbang keluar).
Benda tersebut adalah crash cushion yang merupakan inovasi teknologi dalam meredam tumbuk benturan untuk mengurangi fatalitas kecelakaan ketika terjadi di jalan tol.
Dikutip dari akun Instagram Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) @pupr_bpjt, crash cushion adalah benda berwarna kuning reflektif dan hitam yang teraplikasi bersama marka jalan tol berbentuk tumpul.
Bantalan peredam ini biasanya ditempatkan pada percabangan antara pintu keluar atau off ramp dan jalur utama.
Teknologinya mampu meredam tumbuk benturan. Jika terjadi kecelakaan, fatalitasnya bisa berkurang. Khususnya, jika insiden terjadi di percabangan antara jalur utama dan off ramp.
Apabila terdapat kendaraan yang menabrak crash cushion, benda berbentuk lonjong itu akan menjadi pendek.
Crash cushion umumnya dipasang di jalan tol yang banyak kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Beberapa ruas tol yang telah dipasangi crash cushion yaitu:
- Tol Serang-Panimbang
- Tol Cengkareng-Kunciran
- Tol Jagorawi
- Tol Jakarta-Cikampek
- Akses Tol BIJB Kertajati
- Tol Batang-Semarang
- Tol Semarang-Solo
- Tol Solo-Ngawi
- Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar
- Tol A.P. Pettarani
- Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat
Source Artikel: www.kompas.com/properti